Tuesday, August 14, 2018

Arak Obor ASIAN GAMES 2018

Ini Rute Kirab Obor Asian Games di Banten


views: 4.131


Ini Rute Kirab Obor Asian Games di Banten
Obor Asian Games 2018 akan singgah di tiga daerah di Provinsi Banten pada tangga 9-10 Agustus 2018 mendatang.

A+ A-
SERANG - Obor Asian Games 2018 akan singgah di tiga daerah di Provinsi Banten pada tangga 9-10 Agustus 2018 mendatang. Sejumlah persiapan dilakukan untuk kirab obor di Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kota Serang.

Sekretaris Dispora Banten, Ai Dewi Suzana, mengatakan, Banten akan terlintasi api obor Asian Games 2018 pada 9-10 Agustus 2018 dan akan singgah di tanah jawara melalui Pelabuhan Merak dan berakhir di Museum Banten.


Setibanya di Pelabuhan Merak, Api Obor Asian Games 2018 rencananya akan tiba di diarak menuju kota Cilegon dengan disambut Plt Wali Kota Cilegon Edi Aryadi. 


"Selanjutnya api obor akan dibawa ke perbatasan Cilegon dan Serang. Di situ akan disambut Bupati Serang dilanjutkan menuju objek wisat Tasikardi," ujar Ai Dewi kepada wartawan, Rabu (25/7/2018).
Image result for arak obor asian games


Selanjutnya, api obor akan singgah di Masjid Banten Lama yang menjadi icon Provinsi Banten. Obor kemudian  dibawa ke Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang dan dilanjutkan dengan pawai jalan kaki menuju Museum Banten.

"Nantinya Pak Gubernur (Wahidin Halim) yang akan menyambut api obor di Museum Banten, kesenian dan kebudayaan Banten pun akan dipertunjukan," ucapnya.


Selama arak-arakan obor Asian Games, INASGOC telah menunjuk artis ibu kota dan mantan atlet untuk mendampingi. Diharapkan, masyarakat Banten ikut memeriahkan pawai obor Asian Games tersebut dengan menonton langsung.


"Api Obor Asian Games selanjutnya akan dibawa ke Purwakarta, Jawa Barat untuk diarak pada tanggal 10 Agustus," katanya.


Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten Rumiah Kartoredjo menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 20 atlet berprestasi Banten, yang akan ditugaskan untuk membawa api obor saat melintasi Banten.


"Kami diminta 20 atlet berprestasi oleh INASGOC yang nanti ditugaskan untuk membawa api obor Asian Games selama diarak kelling di Banten," katanya. (Baca juga: Tanah Para Jawara Sambut Asian Games 2018)

Tuesday, August 7, 2018

headline news

HEADLINE: Guncangan Kedua Lebih Kuat, Gempa Lombok Fenomena Luar Biasa?

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Lombok dan sekitarnya diguncang dua gempa hebat dalam sepekan. Gempa pertama, yang terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 Skala Richter, ternyata bukanlah klimaks. Hanya berjarak sepekan, pada Minggu malam, 5 Agustus 2018, lindu kembali mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar, yakni 7 Skala Richter.
Ini fenomena yang jarang terjadi dalam bencana gempa karena kekuatan gempa kedua lebih besar dari gempa pertama. Yang umum diketahui, gempa susulan selalu punya kekuatan lebih rendah. 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemudian menyatakan gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pukul 18.46 WIB adalah gempa utama (mainshock). Sementara gempa 6,4 SR adalah awalan atau foreshock.
"Itu agak luar biasa kalau menurut saya. Memang agak mengejutkan, di tempat yang sama, hanya berjarak satu minggu, antara foreshock dan mainshock berdekatan, dan besarnya (gempa utama) itu 10 kali lipat," ujar mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, di Kantor Redaksi Liputan6.com, Senin (6/8/2018) petang.
Pria yang karib disapa Mbah Rono itu menyebut, gempa pertama Lombok adalah gempa awalan. Sementara gempa utama adalah yang kedua pada 5 Agustus yang diikuti dengan sejumlah gempa susulan yang lebih kecil, untuk menyeimbangkan patahan-patahan.
"Kita memang tidak bisa memprediksi berapa kuat gempa awalan serta jumlah gempa susulan. Yang bisa kita lihat, jika jumlah dan energi gempa susulan sudah menurun, dia sudah mengunci energi untuk dikeluarkan pada gempa lain di masa yang akan datang," jelas mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu.

Hal itu dibenarkan Danny Hilman Natawijaya, peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia mengatakan, rentetan gempa yang komplet itu ada foreshock, mainshock dan aftershock. Jadi, ada gempa pembuka atau gempa pendahuluan, gempa utama, lalu gempa susulan.
"Tapi, gempa yang pendahuluan atau foreshock itu tidak selalu ada, jadi langsung mainshock atau gempa utama, terus susulan. Nah, yang kemarin (gempa Lombok 5 Agustus 2018) ini kasusnya lain dari yang lain. Didahului dengan yang pembuka dulu, baru utamanya atau yang besarnya baru keluar," jelas Danny kepada Liputan6.com.
Dengan kata lain, kata dia, mainshock itu umumnya terjadi di gempa pertama yang berkekuatan besar. Dan itu bisa diketahui dari gempa yang terjadi pada titik yang sama. Namun, lagi-lagi kita memang tak bisa mengetahui mana gempa awal atau utama sebelum semua energi dilepaskan.
"Jadi, kita tidak akan tahu bahwa itu foreshock sebelum yang gedenya keluar, jadi kita memang enggak bisa tahu," tegas Danny.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena dua kali gempa di Lombok itu bukan hal yang umum terjadi, kendati bukan berarti tidak pernah.
"Ada gempa pendahuluan dulu kemudian baru ada utamanya. Tapi itu tidak sering, itu lebih banyak terjadi gempa utama kemudian baru ada gempa susulan. Tapi sekali lagi, yang namanya alam itu kita tidak bisa menebak sebelum ada gempa berikutnya, jadi harus menunggu gempa itu terjadi dulu," jelas Dwikorita kepada Liputan6.com.
Dia mengatakan, gempa itu memiliki tiga tipe. Yang paling sering terjadi itu tipe di mana gempa utama tinggi kemudian diikuti dengan gempa susulan. Secara alamiah begitu, semakin mengecil semakin melemah.
"Namun, ada kondisi-kondisi di alam itu tidak semuanya sama dan seragam. Tipe yang kedua adalah tidak ada gempa utama, tapi diikuti gempa susulan. Selang beberapa waktu di lokasi yang sangat berdekatan dan hampir sama di patahan yang sama mengalami penguatan gempa yang kurang lebih sama," jelas dia.
Dia mencontohkan sesar Flores yang sebelumnya mengalami gempa yang lebih kuat terus diikuti dengan gempa susulan yang semakin melemah. Gempa ini baru bisa disimpulkan setelah keseluruhan gempa melepaskan energinya.
"Jadi, itu harus terjadi dulu, baru kita bisa menyimpulkan. Berarti yang kemarin itu (gempa pertama Lombok) masih pendahuluan, karena di lokasi patahan yang sama, kemudian terjadi gempa kuat berikutnya," ucap Dwikorita.
Gempa tipe ketiga, kata dia, adalah gempa yang terjadi di awal dan susulannya punya kekuatan yang sama. "Kekuatan gempa ini biasanya tidak tinggi, skalanya tidak begitu besar," tegas mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Tuesday, July 24, 2018

My idol

About Darren Espanto

Darren Lyndon Gonzales Espanto, atau lebih dikenal dengan Darren Espanto, adalah seorang Filipino-Canadian singer. Darren lahir di Calgary, Alberta, Canada. 24 May 2001. Darren adalah penyanyi termuda yang pernah menggelar konsernya sendiri di umur 13 tahun,  punya 5 Single records saat berumur 12 tahun. Dan.. Darren adalah penyanyi termuda di dunia yang 2 lagunya ada di peringkat 1 & 2 iTunes Chart Single category pada waktu kurang dari 10 jam setelah lagunya di upload. WOW banget kan? Iya gak? Iyain aja ya.
Account social media:
Twitter: @espanto2001 
Instagram: @darrenespanto1

Carrer
Darren sudah mengikuti berbagai macam kompetisi menyanyi. Salah satunya adalah:
1. The Next Star Season 5 (2012)




Darren mengikuti ajang pencarian bakat ini saat berumur 10 tahun. Dia membawakan lagu Grenade dari Bruno Mars saat audisi, yang membuat salah satu juri sampai menangis loh.. Memang suaranya keren deh, untuk penampilannya bisa kalian lihat sendiri di youtube :)
Darren menjadi peserta termuda yang masuk dalah top 6

2. The Voice Kids (2014)

Gue sendiri memang suka nonton the voice kids Philippines, apalagi sama yang namanya Gian, love banget sih udah. Padahal sering nonton, tapi kayaknya gue belum pernah liat Darren deh. Eh.. baru sadar ternyata yang gue sering lihat itu yang season 2, hehe,

Tablo

Yups.. Darren alumni The voice season pertama! Saat audisi dia membawakan lagu Domino by Jessie J. Dari 2 coach yang menekan tombol dia memilih Sarah Geronimo sebagai Coachnya. Namun, sayang Darren gagal keluar sebagai pemenang dan menjadi Runner Up.
Tapi biasanya atau kebanyakan sih runner up lebih terkenal daripada the winner.
And see,

No offense ya, Darren bisa dibilang lebih sukses daripada Lyca yang saat itu menjadi juara.